Kabupaten Pati [Jawa Tengah] dan 16 Fakta Yang Harus Kamu Baca!

Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia

FaktaDaerah.Com- Jika kita berbicara tentang kota-kota yang ada di Jawa Tengah, mungkin Pati jarang disebutkan. Belum banyak yang mengenal kota kecil di bagian timur Jawa Tengah ini. Pati merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang jaraknya kurang lebih 80 km dari Kota Semarang. Dapat ditempuh dalam 2 jam dengan naik kendaraan umum atau pribadi.

Fakta Unik Kabupaten Pati, Jawa Tengah


Banyak keunikan dan hal menarik yang dapat teman–teman temukan di kota kecil ini. Dari olahan kuliner, budaya, tempat wisata, serta tempat-tempat lain dan hal menarik lainnya.
 

Pati Memiliki Tempat-Tempat Foto yang Instagramable


Pamor instagram yang saat ini semakin naik membuat orang berlomba-lomba untuk mendapatkan foto yang bagus di tempat-tempat menarik kemudian mengunggahnya. Bagi kalian yang sedang mencari tempat-tempat bagus untuk berfoto, sepertinya Pati perlu dimasukkan dalam daftar tempat buruan kalian. Jangan salah, Pati ternyata memiliki banyak tempat untuk hunting foto yang bagus, lho.

 
Kran Melayang di Kabupaten Pati, Jawa Tengah
Tenang, kran yang dimaksud disini bukanlah kran sungguhan. Melainkan patung kran raksasa yang didesain seakan-akan kran tersebut melayang. Patung kran melayang ini terletak di Jalan Raya Pati – Kudus, tepatnya  di depan Pasar Pragola, Margorejo.

Letaknya yang strategis menjadikan patung ini sebagai objek foto masyarakat yang melintasi jalan tersebut, bahkan ada yang sengaja dari dari rumah hanya untuk foto disini. Tak heran apabila teman-teman yang akan berkunjung ke Kabupaten Pati melalui jalur tersebut menemukan muda-mudi bahkan orang dewasa yang sengaja berhenti di patung ini untuk sekedar berfoto.  

Taman Patung Kereta Kuda (Patung Krisna dan Arjuna)
Patung yang disebut – sebut sebagai landmark Kota Pati ini berlokasi di depan SMP Negrei 4 Pati, tepatnya di Desa Puri, Kecamatan Pati. Patung ini menggambarkan sosok Arjuna dan Krisna terlihat gagah sedang menunggang kuda dengan posisi Kresna bersiap untuk memanah. Berkunjung ke Kota Pati rasanya kurang lengkap apabila belum berfoto maupun berselfie ria di depan patung ini. Cahaya lampu malam hari akan menambah keindahan dan pesona patung ini, yang perlu diingat saat berfoto disisi, jangan menginjak rumput di bawahnya ya, teman – teman.
Vihara Saddhagiri
Tempat wisata religi in juga bisa dijadikan spot foto yang menarik untuk menghiasi feeds instagram kalian. Vihara Saddhagiri merupakan vihara terbesar di Kabupaten Pati. Terletak di Desa Jrahi, kecamatan Gunungwungkal membuat vihara ini jauh dari hiruk pikuk kota pati. Selain menawarkan vihara yang kokoh dan megah, teman-teman juga akan disuguhi hijaunya alam pegunungan sekaligus.
 

Kabupaten Pati Memiliki Banyak Wisata Alam yang Menarik

Mengingat sebagian besar wilayah Kabupaten Pati merupakan daerah pedesaan dan pegunungan yang masih hijau, tak dipungkiri jika Pati juga kaya akan wisata alam yang menarik. Beberapa tempat wisata alam tersebut antara lain (selain di bawah ini, masih banyak wisata alam lainnya) :
 
Agrowisata Jolong
Rasanya terlalu banyak apabila dijabarkan satu-persatu destinasi wisata di daerah Jolong, Kecamatan Gembong. Pertama ada Kebun Naga yang terletak di kawasan agrowisata Jolong II, tepatnya di Desa Situluhur. Awalnya lahan ini hanya dimanfaatkan pengelola untuk kegiatan agribisnis saja, sampai akhirnya dibuka untuk tempat wisata.

Disini teman-teman akan disuguhkan hamparan tanaman buah naga yang dapat dijadikan spot foto manarik. Tiket masuk yang murah ditambah gardu pandang membuat kawasan ini setidaknya didatangi seratus pengunjung setiap harinya. Objek wisata lain yang bisa teman-teman kunjungi di kawasan agrowisata Jolong ini antara lain: air terjun Grenjengan, taman bunga, taman keluarga, rumah balon, dan rumah pohon yang eksentrik. Selain itu, perkebunan kopi, pisang, jeruk, dan wahana outbond menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wajib wisatawan.

 
Waduk Gunung Rowo
Waduk ini terletak di lembah beberapa puncak bukit lereng sebelah timur Gunung Muria, tepatnya di Desa Situluhur, Kecamatan Gembong. Di sebelah timur waduk ini terdapat tanggul yang diatasnya terdapat jalan kecil untuk lewat tendaraan. Apabila cuaca sedang baik dan cerah, dari atas tanggul ini kitateman-teman bisa melihat laut jawa secara jelas.

 
Waduk Seloromo

Waduk ini terkenal akan keindahan panoramanya. Terletak di Desa Gembong, Kecamatan Gembong tempat ini bisa dijadikan tempat wisata kelarga yyng menenangkan. Disini teman-teman bisa melihat air yang ditampung oleh danau besar ini dan melihat Gunung Muria di sisi barat. Indah dan menenangkan banget, ya?
Hutan Pinus Gunungsari
Sekilas memang belum banyak dikenal, inilah salah satu alasan mengapa Gunungsari masih alami. Anggapan masyarakat bahwa hutan itu menyeramkan akan sirna apabila teman-teman berkunjung ke Hutan Pinus Gunungsari yang terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu. Keindahan yang ditawarkan dari puncak Hutan Pinus Gunungsari ini seakan menghpus spekulasi masyarakat bahwa hutan belantara itu menyeramkan. Lebih masuk kedalam lagi teman-teman akan menemukan spot-spot foto yang menarik dan ada rumah pohon. Dijamin mata Anda akan termanjakan.

 

Pasar Pragola (Pasar Modern yang merupakan Sentra Kerajinan dan Kuliner Khas Pati)

Bukan seperti pasar – pasar kebanyakan yang dinilai tidak bersih, Pasar Pragola justru kebalikan dari anggapan tersebut. Terletak di Jalan Raya Pati – Kudus Km. 6, Margorejo dan diresmikan oleh Pemkab Pati pada 2016 lalu, pasar ini tampil dengan kondisi bersih, rapi, dan sangat nyaman untuk pengunjung.

Pasar ini merupakan pusat UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan salah satu pusat oleh – oleh khas Pati. Produk – produk yang dijual disini adalah kerajinan dan kuliner khas Pati, seperti : batik bakaran, batik pesantenan, batik kopyor, anyaman – anyaman bambu, pajangan dinding, gantungan kunci, dan kerajinan - kerajinan lain. Kuliner yang ada disini antara lain : sego gandul, sego tewel, soto kemiri, buah jeruk pamelo, dan makanan khas lainnya. Di pasar ini pula sering diadakan pameran – pameran kerajinan serta acara – acara penting lainnya seperti Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Pati, Pati Tourism Expo, Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati, dan acara lain.

Kabupaten Pati [Jawa Tengah] Kaya Air Terjun dan Gua


Sudah menjadi rahasia umum bahwa Kabupaten Pati yang ada di Provinsi Jawa Tengah ini juga kaya akan air terjun dan gua. Beberapa diantaranya : air terjun tadah hujan, air terjun santi, air terjun tretes, air terjun grenjegan sewu, lorodan semar, air terjun grodo selonatah, air terjun kuwawur, air terjun sepletuk, air terjun kutugan, goa pancur jimbaran, dan goa wareh.
 

Kabupaten Pati Memiliki Pantai-Pantai Indah


Memiliki pantai-pantai indah dan belum banyak terjaman tangan-tangan manusia membuat pati boleh berbangga diri. Pantai-pantai indah tersebut diantaranya ada Pantai Banyutowo, Hutan Mangrove Pantai Sambilawang, Pantai Kertomuyo, dan pantai-pantai lain yang belum diberi nama.

Kabupaten Pati Terdapat Banyak Tempat Nongkrong dan Tempat Makan yang Nyaman


Untuk teman-teman yang suka nongkrong dan kumpul-kumpul bareng keluarga sepertinya wajib mencoba tempat-tempat ini. Di Pati juga banyak tempat nongkrong dan tempat makan yang selain murah juga asik untuk dijadikan tempat kumpul-kumpul, lho.
Alun – Alun Kota Pati (Simpang Lima)
Untuk teman – teman yang sedang berkunjung ke Pati dan ingin mencari makan atau melakukan wisata malam, alun – alun Kota Pati sangat direkomendasikan. Alun – alun (Simpang Lima) disebut – sebut sebagai jantungnya Kota Pati karena lokasinya yang berada di pusat dan tengah – tengah kota. Letaknya yang strategis serta berhadapan langsung dengan ruko – ruko dan resto di sebelah timur, Kantor Kabupaten Pati di sebelah utara yang bersebelahan dengan Kantor DPRD, dan Masjid Baitunnur di sebelah barat, membuat tempat ini tak pernah sepi pengunjung.

Alun – alun Pati memiliki bentuk bulat dengan bagian tengah dikhususkan untuk rerumputan sedangkan tepiannya merupakan arena jogging track yang multifungsi, bisa untuk olahraga di pagi hari dan sorenya untuk PKL berjualan. Jajanan, kuliner, pakaian, aksesoris, sepatu, permainan, semua ada disini dan ditawarkan dengan harga miring. Teman – teman juga bisa bersantai di lapangan rumput yang ada di tengahnya dan menikmati suasana romantis dari lampu kerlap kerlip yang dinyalakan saat malam hari. Alun – Alun Kota Pati juga pernah dijadikan tempat untuk konser Karnaval Inbox SCTV.

Gedung Juang ‘45
Belum banyak disinggung, gedung ini merupakan salah satu saksi bisu zaman pendudukan Belanda di Indonesia. Tempat ini dulunya dijadikan oleh orang – orang Belanda sebagai tempat berkumpul dan pribumi dilarang masuk ke dalamnya. Untuk mengenang masa – masa itu, gedung yang terletak di Jalan Panglima Sudirman, Desa Ngarus, ini direnovasi oleh Komandan Kodim 0718 untuk difungsikan sebagai tempat berkumpul dan bersosialisasi masyarakat Pati pada khususnya. Tempat ini sudah disulap menjadi tempat yang asik untuk nongkrong. Banyak kegiatan yang diselenggarakan di gedung ini, seperti pameran, pementasan kesenian, pertunjukan, dan kegiatan sosial lain. Teman – teman bisa menyicipi jajanan dan minuman yang dijual disini. Menikmati makanan ditemani pohon bonsai dan lampu malam, membuat suasana kenanganpun makin terasa.
Omah Kuno 1868
Rumah makan yang terletak di Jalan Diponegoro No. 115, Pati ini menawarkan aneka jenis makanan tradisional khas Jawa-Nusantara. Selain menyajikan makanan yang enak dengan harga pas di kantong, Rumah Kuno ini juga menawarkan tempat yang nyaman dan asik untuk kumpul-kumpul bersama keluarga dan teman. Juga bisa dijadikan tempat foto-foto yang bagus.
Kopdar (Kopi Darat) dan Angkringan
Selain beberapa tempat diatas, banyak juga terdapat kopdar dan angkringan (orang Pati biasa menyebut “kucingan”). Kopdar dan angkringan ngkringan ini dapat teman-teman temui di banyak sudut-sudut kota dan tempat-tempat ramai lainnya.

Stadion Joyokusumo (Stadion Kebanggan Wong Pati)


Terletak di Jalan Kolonel Sunandar No. 1E, Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Stadion Joyo Kusumo merupakan satu – satunya stadion yang dimiliki Pati dan menjadi kebanggaan masyarakat. Selain digunakan untuk pertandingan sepak bola, stadion ini sering digunakan untuk berolahraga lain seperti jogging, lari, voli, tenis, basket, atau untuk sekedar berjalan – jalan di pinggiran stadion. Arena parkir stadion yang luas dimanfaatkan untuk pedagang berjualan disini, utamanya penjual jajanan, makanan, dan minuman.

Apabila hari libur, jangan ditanya ramainya seperti apa. Stadion ini juga biasa dijadikan tempat balapan, perkumpulan klub dan komunitas, sampai konser band – band papan atas Indonesia seperti Ungu dan Five Minutes. Bahkan musisi sekelas Iwan Fals pun pernah mengguncang masyarakat Pati Bumi Mina Tani di stadion ini.

PT Garuda Food dan PT Dua Kelinci ini Terletak di Kabupaten Pati

 
Siapa yang tidak mengenal Kacang Garuda, Clevo, Leo, Okky Jelly, Gery, Chocholatos, dan Mountea? Pasti tidak asing lagi dengan produk-produk yang sudah mendunia tersebut. Yang terlintas di kepala saat mendengar salah satu produk tersebut adalah  PT Garuda Food dan PT Dua Kelinci. Tak terhitung lagi berapa penghargaan yang pernah diraih dan sudah berapa event pula yang disponsori oleh kedua perusahaan tersebut.

Usut punya usust, PT Garuda Food awalnya hanyalah sebuah home industri yang didirikan oleh Darmo Putro tahun 1958 dengan nama PT Tudung. Sedangkan PT Dua Kelinci dibuat oleh Ho Sie Ak dan Lauw Bie Giok tahun 1972 dengan kemasan diberi merk ‘Sari Gurih’ hingga mendapat hak patennya pada 1982. Kedua perusahaan tersebut sama – sama didirikan di kota kecil ini, Pati. 

Kabupaten Pati Memilki Peninggalan-Peninggalan Sejarah yang Masih Dijaga dan Dipelihara


Selain memiliki tempat-tempat wisata, pantai, goa, dan tempat nongkrong, Pati juga memiliki tempat-tempat serta situs sejarah yang masih terjaga hingga saat ini, seperti : pintu gerbang Majapahit, situs genuk kemiri, candi Kayen, penthol Blaru, pabrik Jolong, Masjid Agung Pati, PG Trangkil, dan Jalan Sudirman.

 
Pintu Gerbang Majapahit
Konon katanya, pintu gerbang Majapahit ini dibuat sekitar abad ke-15 dan singgah di Kabupaten Pati pada masa walisongo. Dahulu, pintu ini diambil dari Trowulan di Jawa Timur oleh putra Sunan Muria. Pintu ini berada tak jauh dari pusat kota, tepatnya di Desa Rendole, Kecamatan Margorejo, sekitar 400 meter dari SMK Negeri 2 Pati. Menurut sejarah, sebelum diserahkan kepada Sunan Muria, pintu ini sempat dijadikan perebutan antara putra Sunan Muria dengan Raden Ronggo hingga akhirnya dietakkan di Rendole.
 
Genuk Kemiri
Peninggalan sejarah yang satu ini terletak di Desa Kemiri. Selain genuk, di sebelahnya juga terdapat pendopo dan pohon beringin besar. Diyakini pohon beringin tersebut usianya lebih tua dari beringin yang ada di alun-alun Yogyakarta dan Surakarta. Selain kaya akan cerita sejarahnya, area genuk kemiri ini juga asik untuk dijadikan tempat kumpul-kumpul  maupun latihan olahraga.

Pati Memiliki Makanan-Makanan Khas yang Dijamin Menggoyang Lidah


Pati juga terkenal akan kulinernya yang enak-enak. Cita rasa yang disajikan dari setiap makanan khas Pati ini berbeda-beda. Harga yang ditawarkan juga pas di kantong.

Sego Gandul

Bila bertandang ke Kota Pati wajib rasanya untuk menccipi makanan khas yang satu ini, Sego Gandul. Dalam bahasa Indonesia sego gandul berarti “nasi gandul”. Perpaduan nasi dengan daging yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah yang kaya membuat kuliner ini banyak digemari masyarakat. Konon katanya, sego gandul ini pertama diperkenalkan di Desa Gajahmati dan sekitarnya. Beberapa warung sego gandul yang sudah terkenal dan legendaris di Pati antara lain : Sego Gandul Pak Meled (biasa disebut Sego Gandul Gajahmati) di Desa Gajahmati, Nasi Gandul Pak Harjo di Gajahmati, Warung Nasi Gandul Romantis HS. Sardi di Jalan Panunggulan, Gajahmati, dan warung-warung Sego gandul lainnya.
 
Sego Tewel

Sama istimewanya dengan sego gandul, sego tewel pun banyak diburu masyarakat dalam maupun luar Kota Pati. Bedanya, sego tewel tidak menggunakan daging melainkan menggunakan tewel atau gori muda yang artinya nangka muda. Sego tewel sendiri lebih banyak ditemui di Pati bagian selatan, daerah Tambakromo, Kayen, dan Sukolilo. Apabila teman-teman kebetulan tersesat di daerah Ngerang, Kayen, jangan takut kelaparan karena disini banyak warung-warung sego tewel yang buka 24 jam secara bergatian. Selain harganya yang bersahabat dengan kantong, nikmatnya pun tak diragukan. Dijamin ketagihan dan ingin kembai ke Pati lagi.
 
Soto kemiri

Memiliki cita rasa yang segar dan berbeda dari lainnya menjadika makanan khas yang satu ini selalu diminati. Berbeda dengan soto ayam, soto kemiri ini tak mengikutkan suiran ayam di dalam mangkuk. Ayam disediakan terpisah sebagai lauk. Warna kuah soto kemiri sedikit keruh kekuningan dan beraroma rempah. Konon katanya, soto ini merupakan makanan khas pekerja zaman dulu. Karena tak mampu membeli daging, kemudian mereka menggantinya dengan ayam dan menambahkan kemiri sebagai kaldu. Cerita lain menyebutkan bahwa makanan ini dulunya berasal dari Dukuh kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati.

Kabupaten Pati Memiliki Banyak Tradisi dan Kesenian yang Masih Dilestarikan


Tradisi adalah keseluruhan benda material dan gagasan yang berasal dari masa lalu namun benar-
benar masih ada kini, belum dihancurkan, dirusak atau dilupakan. Disini tradisi hanya berarti warisan, apa yang benar-benar tersisa dari masa lalu. Seperti yang dikatakan Shils (1981:12), tradisi berarti segala sesuatu yang disalurkan atau diwariskan dari masa lalu ke masa kini. Kriteria tradisi dapat lebih dibatasi dengan mempersempit cakupannya. Dalam pengertian yang lebih sempit ini tradisi hanya berarti bagian-bagian warisan sosial khusus yang memenuhi syarat saja yakni yang tetap bertahan hidup di masa kini (Piotr Sztompka, 2011: 69-70). Baca Juga: Kabupaten Wonosobo [Jawa Tengah] dan 6 Fakta yang Harus Kamu Baca!

Pati memiliki banyak tradisi dan kesenian daerah yang masih dilestarikan hingga saat ini. Tradisi tersebut biasa dilaksanakan sesuai waktunya masing-masing. Sedangkan untuk tradisi biasa ditampilkan saat acara-acara tertentu.
 
Tradisi Sedekah Bumi (Kabumi) dan Sedekah Laut

Kedua tradisi ini masih diyakini masyarakat Pati memiliki petuah dan kekuatan magis tersendiri. Sedekah bumi sudah nenek moyang sejak dahulu. Pada acara ini, banyak hasil bumi yang akan diarak keliling desa dan pada puncak acara akan diperebutkan oleh masyarakat yang datang untuk menyaksikan.
 
Dua kecamatan di Pati yang rutin melaksanakan tradisi sedekah laut ialah Kecamatan Juwana dan Tayu. Upacara ini diawali dengan upaca kecil yang disebut Jodhan Sajen kemudian sesajennya dihanyutkan ke laut.
 
Tradisi Meron

Salah satu tradisi unik yang dilakukan masyarakat Pati untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah tradisi meron. Tradisi ini biasa dilakukan masyarakat Sukolilo, kecamatan paling selatan dari Kabupaten Pati. Acara ini berupa arak-arakan tumpeng yang akan dibawa ke Masjid Sukolilo untuk dilakukan selamatan bersama. Penampilan aneka ragam kesenian daerah juga menarik antusiasme masyarakat.
 
Tradisi Barik’an

Tujuan dilakukannya barik’an adalah sebagai tolak bala agar semua masyarakatnya terhindar dari 1001 penyakit yang akan diturunkan Yang Maha Kuasa pada bulan Suro. Tradisi ini biasa dilakukan pada malam hari dengan membawa makanan yang disusun di tengah jalan. Makanan ini disusun diatas daun pisang (tulak) yang terdiri atas nasi tumpeng, nasi megono, ayam ingkung, urapan 7 macam daun, dan buah-buahan. Selanjutnya dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh seorang tokoh agama.
 
Tradisi Lamporan

Satu lagi tradisi yang dimiliki masyarakat Pati dan patut dibanggakan adalah tradisi lamporan yang ada di Desa Soneyan, Margoyoso. Dulunya, tradisi ini merupakam tolak bala karena pertempuran antara Desa Sidomukti dan Desa Soneyan. Desa Soneyan kalah dan harus melanjutkan tradisi lempor. Lamporan dilaksanakan selama 7 hari, sejak hari Jum’at Pahing sampai Sabtu Pon pada bulan Suro. Peserta Lamporan akan mengenakan pakaian ala dayak. Tradisi ini ditutup dengan perayaan Dayakan padaa malam Jum’at Wage.
 
Kesenian Gong Cik

Kesenian ini sangat menarik namun entah kenapa mulai terlupakan. Kenapa kesenian gong cik sangat menarik? Karena kesenian ini merupakan gerakan seni pencak silat. Koreografi yang disajikan terkemas apik seperti gerakan-gerakan dalam pencak silat. Beberapa alat musik yang biasa mengiringi gong cik diantaranya ada dua buah kendang kecil (kulanter) yang bertugas mengisi gerak dan mengatur tempo, sebuah gedug sebagai pembakar semangat seolah-olah genderang perang, dan tiga buah gong kecil (genjur, kening dan kenong) sebagai pengatur irama, penegas lagu.

Kabupaten Pati Menjadi Sentra Industri Batu Bata


Harga batu bata yang relatif murah menjadikannya masih banyak digunakan hingga sekarang ini. Kabupaten pati juga dikenal sebagai senta industri batu bata. Beberapa desa yang menjadi pusat produksi batu bata antara lain : Desa Kembang di Kecamatan Dukuhseti, Desa Karanglegi di Kecamatan Trangkil, dan Desa Baturejo di Kecamatan Sukolilo. Batu bata yang diproduksi sudah banyak dikirim hingga ke luar kota utamanya ke Jepara.
 

Kabupaten Pati Menjadi Pintu Jawa Berhubungan dengan Dunia Internasional


Tak banyak tertuang dalam naskah sejarah atau babad lokal, ternyata Pati dulunya pernah menjadi pintu Pulau Jawa untuk berhubungan dengan dunia internasional. Fakta mengagumkan ini disebutkan oleh sejarawan Universitas Gajah Mada (UGM), Dr Sri Margana. Mulai abad ke-15 hingga abad ke-18, Pati sudah terbiasa berinteraksi dengan dunia luar untuk banyak kepentingan. Keberadaan Pati yang berperan penting untuk kerajaan-kerajaan besar di Jawa dan beberapa bangsa asing yang biasa datang ke pelabuhan Pati semakin menguatkan fakta ini.

Kabupaten Pati Juga Pernah Disebut Sebagai Kota Karaoke


Ini sebenarnya buka sebutan resmi untuk Kota Pati. Julukan ini muncul karena banyaknya tempat karaoke yang berjajar di jalan raya Pati – Kudus. Apabila teman-teman akan memasuki Kota pati dari arah Kudus pasti di dekat perbatasan kedua kabupaten tersebut banyak ditemukan tempat-tempat karaoke. Dari sinilah kemudian muncul sebutan ini. Tapi sekarang beberapa tempat karaoke tersebut ada yang sudah ditutup.

Kabupaten Pati Memiliki Hongwarts Van Java


Dalam serial Harry Potter yang ditulis oleh J. K. Rowling, dikisahkan Hongwarts merupakan sekolah sihir terbaik dunia yang ada di Inggris. Sekolah ini bertujuan untuk melatih anak-anak usia 11-18 tahun yang mempunyai kemampuan sihir agar menjadi penyihir yang berkualitas.

Lalu, apa hubungannya dengan Pati? Sejak zaman dulu hingga sekarang ini banyak masyarakat Pati yang menekuni ilmu-ilmu mistis. Sehingga Pati erat hubungannya dengan magis. Banyak paranormal hebat dan terkenal yang berasal dari kota ini. Itu sebabnya Pati sering disebut Hongwarts Van Java.

Kabupaten Pati Ternyata Memiliki Bahasa dan Logat yang Khas


Ujug – ujug, opo leh, piye leh, wes go, gage go, mbahem, gak ndandeh....
 
Jika teman – teman tidak sengaja menemukan orang yang mengucapkan kata – kata seperti di atas, bisa dipastikan bahwa orang tersebut adalah ‘wong’ Pati (orang Pati). “ujug-ujug” sendiri memiliki arti “tiba-tibaa”. Untuk “opo leh, piye leh”, imbuhan kata “-leh” dibelakang kata tersebut artinya “sih”. Sementara “opo, piye” artinya “apa, gimana”. Apabila digabung, artinya menjadi “apa sih, gimana sih”. Kata “wes go, gage go”, imbuhan kata “go” di artinya “dong”. Sedangkan “wes, gage” artinya “sudah, cepat”. Apabila digabung artinya menjadi “sudah dong, cepat dong”. Imbuhan “-em” pada kata “mbahem” memiliki arti “-mu”. Jadi “mbahem” artinya “mbahmu”. Terakhir, “ga ndandeh”, dari kata “ga” yang artinya “tidak” dan “ndandeh” yang artinya “apa-apa”. Digabung menjadi “tidak apa-apa”.
 
Demikinalah tulisan mengenai Kabupaten Pati [Jawa Tengah] dan 16 Fakta Yang Harus Kamu Baca!. Adapun judul asli mengenai dalam artikel ini adalah "Pati, Serpihan Surga Jawa Tengah" yang ditulis oleh Fitriani Arumningsih yang saat ini masih menjadi salah satu Pelajar di SMA Negeri 1 Pati. Semoga dengan adanya tulisan yang sangat lengkap inilah dapat memberikan wawasan dan juga pengetahuan bagi segenap pembaca mengenai "Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah". Trimakasih, jangan lupa baca juga tulisan lainnya;
  1. Kabupaten Purbalingga [Jawa Tengah] dan 7 Fakta Yang Harus Kamu Baca!
  2. Ambarawa [Semarang-Jawa Tengah] dan 5 Fakta Wisata yang Harus Kamu Coba!
  3. Kabupaten Temanggung [Jawa Tengah] dan 4 Fakta Yang Harus Kamu Baca!
  4. Kabupaten Brebes [Jawa Tengah] dan 9 Fakta Yang Harus Kamu Baca!

Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "Kabupaten Pati [Jawa Tengah] dan 16 Fakta Yang Harus Kamu Baca!"