Kota Manado [Sulawesi Utara] dan Fakta Keindahan dan Keharmonisan yang Harus Kamu Baca!

Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia

FaktaDaerah.Com- Bukan pendapat saya pribadi tapi ini benar, hampir semua orang yang belum pernah ke Kota Manado ini akan berkata bahwa wanitanya cantik-cantik. Mengapa tidak, fakta sejarah menguatkan akan silsilah kecantikan yang diwarisi para wanita-wanitanya. Dahulu sejak abad ke 16 kota ini tempat berlalu lalang para wanita paras rupawan nan berdarah biru, mungkin bisa dibilang ratu-ratu para pelaut yang datang dari daratan eropa yang akrab kita sapa portugis yang datang kedaratan Indonesia untuk merauk rempah-rempah dari kepulauan Maluku dan sekitarnya. 

Fakta Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara


Berikut setidaknya beberapa fakta mengenai keindahan dan keharmonisan tentang Kota Manado;

Kota Manado Primadona Penjajahan Belanda


Pada zaman penjajahan belanda kota ini menjadi primadona sebab menjadi salah satu kota yang di dirikan sebuah benteng belanda, sehingga tidak jarang mendapati kota ini hidup dengan kebudaan khas belanda baik dari beberapa infrastruktus sampai pengabdopsian beberapa Bahasa dan istilah belanda yang masih digunakan sampai saat ini.

Kota Manado Memiliki Cagar Alam Bawah Laut Yang Indah


Pada tahun 2005 kota ini mendapatkan tamu yang banyak dari negara-negara yang hadir dalam acara peresmian sebagai cagar alam bawah laut warisan dunia dari UNESCO. Hal tersebut dikarenakan kehidupan bawah lautnya yang luar biasa, dari jenis biota laut beragam dan banyak spesiesnya sampai pada iklim bawah laut yang dapat dinikmati sepanjang tahun.

Kota Manado Tercermin Kehidupan Yang Rukun Antara Ummat Beragama


Kota ini juga menjadi kota percontohan kehidupan yang rukun antara ummat beragama, sikap toleransi dan tolong-menolong yang masih tinggi. Hal ini yang menarik untuk dikaji labih dalam karena sangat menarik dan bersesuaian dengan isu-isu perbedaan agama akihr-akhir ini.
Pengalaman pribadi saya sebagai orang yang tinggal sekitar 300 KM dari kota manado dapat dijadikan reverensi untuk menggambarkan betapa rukunnya penduduk kota ini. Kala saya tiba ke kota ini untuk menunaikan suatu urusan, karena bertepatan waktu shalat telah tiba saya mencoba bertanya pada penduduk setempat tentang keberadaan masjid sekitar. Beliau menunjukan arah dan ternya sangat dekat dengan rumah beliau. Selepas sholat saya hendak berterima kasih, kebetulan beliau duduk persis di depan rumahnya.
Setelah berterima kasih saya langsung melanjutkan perjalanan, setalah beberapa saat berjalan saya melihat penjual bakso sedang mendorong gerobaknya di bawah terik matahari. Sontak saya memanggil penjual bakso tersebut.
Setelah sampai tepat di hadapan saya, saya kemudianemesan satu mangkok bakso. Setelah menunggu beberapa saat baksonya telah siap, namun sebelum penjual bakso memberikan kepada saya tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan berteriak “wey (Panggilan dalam Bahasa manado), tunggu dulu orang islam dia” saya merasa agak tersindir akan tetapi yang meneriakan tersebut ternyata bapak yang tadi menunjukan masjid ke saya. Langsung saja penjual bakso berkata “Astaga kiapa (kenapa) tidak bilang, ini bakso daging anjing”, sontak saja kaget dan sedikit merasa malu.
Akhirnya bapak penjual bakso merekomendasikan rumah makan yang penjualnya beragama Islam yang terletak tidak jauh dari tempat kami berada. Hal demikian menurut saya pribadi pengalaman yang begitu berkesan, di kota ini antar ummat beragama saling menjaga dan hidup damai sehingga wajar dan terujilah semboyan dari kota ini, yaitu “ Torang Samua Basudara” (kita semua bersaudara dalam Bahsa Indonesia).

Kuliner Khas Kota Manado [Sulawesi Utara]


Selain itu kota ini memiliki kuliner yang khas ala-ala, membuat para pecinta makanan pedas akan tergiur untuk mencicipi makanan khasnya karena mayoritas makan khas dari kota ini adalah makanan pedas, sebut saja seperti Ikan Garo Rica, Tinutuan, Pisang Dabu-Dabu, Gohu, dan lain-lain.
Tentunya kota ini selalu menitipkan kerinduan yang mendalam bagi siapapun yang memberanikan diri datang dan menetap meski hanya sekedar singgah dan menikmati suasana panorama alamnya, apalagi bagi penduduk asli yang pergi merantau jauh dari kota ini.

Panorama alam dari kehidupan bawah laut Bunaken, Gunung Klabat, Danau Tondano, sampai pada wisata religi di Bukit tempat monument Yesus Memberkati yang kerap disamakan dengan Patung Cristo Redentor, Patung Yesus yang berada di Rio de Janeiro, Brasil yang tingginya sekitar 50-60 meter sehingga dapat dilihat dari penjuru kota dan dapat melihat pemandangan yang luar biasa dari atas tempat patung berada.
Demikinalah tulisan Kota Manado [Sulawesi Utara] dan Fakta Keindahan dan Keharmonisan, yang ditulis dengan judul asli Manado: Kotanya Para Bidadari dan Syurganya Para Pelancong. Penulis dalam artikel ini adalah Zulfikri Melangi. Semoga beramnafaat bagi pembaca yang ada atau yang akan berkunjung ke Kota Manado. Jangan lupa baca juga tulisan lainnya;
  1. Kota Parepare [Sulawesi Selatan] dan 5 Fakta yang Harus Kamu Baca!
  2. Kota Kakao [Sulawesi Tenggara] dan 5 Fakta yang Harus Kamu Baca!
  3. Kabupaten Konawe [Sulawesi Tenggara] dan Fakta Yang Wajib Kamu Baca!
  4. Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo [Makassar] dan Beberapa Fakta yang Dapat Kamu Baca!

Subscribe to receive free email updates:

16 Responses to "Kota Manado [Sulawesi Utara] dan Fakta Keindahan dan Keharmonisan yang Harus Kamu Baca!"