Pesona Burung Kuntul Cikole di Kampung Cikole

Burung Kuntul Cikole di kampung Cikole


FaktaDaerah.Com- Menjelang senja, tampak sekawanan unggas beterbangan mengelilingi langit kampung Cikole. Mereka melayang-layang serentak membentuk suatu pola. Jumlahnya sekitar lima ratusan. Bagi warga di sana, menganggapnya hanya sebagai pemandangan biasa. Tetapi, bagi orang asing akan terpukau apabila disuguhkan pemandangan tersebut, bahkan enggan menundukan kepala hingga kawanan unggas itu kembali ke sarangnya setelah seharian mencari makan. Bagaimana tidak, kawanan unggas tersebut terbilang cukup unik. Mereka adalah burung Kuntul yang populasinya sangat terancam dan hampir punah di Indonesia saat ini.

Burung Kuntul masih termasuk ke dalam burung dari famili Ardeidae. Yakni klasifikasi burung yang memiliki ciri-ciri berkaki panjang, leher panjang, dan berparuh panjang untuk berburu makanannya. Berbeda dengan burung dari keluarga Bangau dan Ibis, burung kuntul sewaktu terbang lehernya membentuk seperti huruf “S” dan tidak diluruskan.
 
Lahan basah seperti sawah, tambak, rawa, mangrove atau daerah sekitar pantai menjadi habibat yang cocok untuk burung kuntul. Hal ini karena, makanan utamanya adalah berupa ikan, vertebrata kecil dan invertebrata. Akan tetapi berbeda bagi jenis kuntul kerbau, jenis ini biasa memakan serangga yang ukurannya besar dan tidak tergantung pada habitat perairan.
 
Burung kuntul hidup secara berkelompok membentuk populasi sekitar 100-2000 ekor. Berjalan seiringnya waktu, keberadaan mereka cukup sulit ditemukan di Indonesia. Hanya sebagian kecil tempat di Indonesia yang masih menyimpan habitat unggas paruh panjang ini. Salah satunya kampung Cikole, Desa Margamulya, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya
Burung kuntul yang berada disana merupakan jenis kuntul kerbau. Burung ini mudah dilihat karena warna bulunya yang putih mulus. Banyak petani yang menganggap burung kuntul sebagai burung yang berguna sehingga banyak yang memboyongnya ke sawah untuk membasmi serangga yang merusak tanaman.
 
Pada pukul 07:00 pagi, para unggas tersebut pergi meninggalkan sarangnya untuk memenuhi naluri dan mencari makanan. Entah kemana mereka terbang. Semakin terik matahari menyengat di atas ubun-ubun, seolah mereka hilang tak terlihat. Dan menjelang senja sekitar pukul 17:00 sore, ratusan burung yang menawan tersebut kembali menuju sarangnya dengan membawa beberapa makanan untuk anak-anaknya yang sudah menunggu kelaparan.
 
Warga kampung Cikole merasa keberadaan burung Kuntul ini sangat menguntungkan. Sehingga mereka senantiasa menjaga dan merawat habibat burung Kuntul dari berbagai kerusakan yang diciptakan manusia tidak bertanggung jawab. Walaupun burung kuntul ini bukan berasal asli dari kampung tersebut, tetapi mereka dengan senang hati menerima kehadiran para unggas tersebut.
Berdasarkan cerita Bapak Dindin selaku Ketua DKM dan pendiri RKC (Riung Kuntul Cikole), “Dahulu ada seseorang dari Garut memberi kami beberapa ekor burung kuntul, kami pun terima saja dan tidak terlalu mengacuhnya. Namun, beberapa tahun kemudian populasinya meningkat drastis. Saat ini, kurang lebih mencapai 500 ekor,” katanya.
 
Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi warga kampung Cikole menjadikan tanah dan sawahnya tempat bernaung sekelompok burung Kuntul yang terancam punah itu. Meski demikian, terkadang tangan-tangan tidak bertanggung jawab menembaki beberapa burung tersebut. Mereka memburu daging burung kuntul yang memiliki cita rasa yang unik dan terbilang sangat lezat. Tetapi, apabila hal tersebut diketahui warga maka mereka akan menindak tegas perbuatan buruk tersebut serta memberi sangsi yang layak. Seperti, membayar denda atau memberi/menyediakan makan burung kuntul.
 
Sikap dan gerakan moral dalam rangka mewujudkan pelestarian lingkungan telah melekat dalam setiap warga kampung Cikole. Usaha dan perlindungan satwa liar yang terancam punah menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia. Keberadaan hewan di Indonesia semakin hari semakin berkurang, perilaku manusia yang menyebabkan langkanya spesies hewan ini adalah dampak buruk bagi alam semesta. Harapan selanjutnya dengan tindakan mulia untuk merawat dan melindungi habibat burung kuntul yang dilakukan warga kampung Cikole akan memberi tauladan bagi semua orang, khususnya bagi manusia keji yang tidak bertanggungjawab terhadap lingkungan.

Demikinalah tulisan mengenai Pesona Burung Kuntul Cikole di Kampung Cikole yang ditulis oleh Tio Andito aka Tito dengan judul asli dalam artikelnya adalah Pesona Burung Kuntul Cikole. Semoga dengan hadirnya tulisan ini dapat memberikan wawasan dan juga pengetahuan, jangan lupa baca juga tulisan Fakta Daerah lainnya;
  1. 7 Fakta Kota Madiun [Jawa Timur] yang Harus Kamu Baca!
  2. Sumatera Utara dan 5 Fakta Mengenai Potensi yang Harus Kamu Pahami!
  3. Keren!. Rumah Pohon Lestari Wisata Alam di Desa Widhe [Brondong-Lamongan]
  4. Kota Pekanbaru [Riau] dan Beberapa Fakta yang Harus Kamu Baca!

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Pesona Burung Kuntul Cikole di Kampung Cikole"

  1. mantap burung kuntul salah satu pesona tasik khusus nya desa margamulya

    BalasHapus
  2. Tulisan singkat yang memikat. Epik dan menarik. Sederhana namun bermakna. Kuntul burung yang kian hari kian sulit ditemui.

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas komentarnya

    BalasHapus